catatan kehidupan
#51 Gaji pertama untuk Ibu
Saturday, October 04, 2014
Tidak menyangka. Alhamdulillah sekarang sudah bisa nyari uang sendiri. Tidak banyak memang namun ada kesan tersendiri karena rezeki yang keluar dari keringat sendiri.
Jadi ceritanya satu bulan yang lalu diminta untuk menjadi pengajar di bimbel. Yang punya bimbel sama-sama kuliah di fakultas MIPA jadi ada link disana. Awalnya sempat ingin menolak. Karena menjadi guru adalah profesi yang sulit. Salah-salah bukannya kita memberi ilmu kitanya malah ngasih yang enggak-enggak. Tapi ada titik motivasi yang memang muncul kembali disaat yang pernah saya lakukan waktu KKN.
KKN yang sekitar 1 bulan sudah berakhirnya memberikan kenangan dan kesan yang begitu menarik. Mengajar anak-anak kecil di desa. Melihat antusias wajah mereka yang ingin belajar sungguh menenangkan hati. Paling tidak kita tahu bahwa generasi anak Indonesia masih semangat dalam menuntut ilmu.
Satu bulan sudah namun hp ini tetap berdering mendapatkan sms dari anak-anak kecil disana. Wajar saja pertemuan yang singkat membuat semuanya tak siap untuk berpisah. Kini ku hanya berharap. Semangat mereka disana takkan pernah pudar. Karena sejatinya bangsa ini butuh mereka. Semakin kita siap untuk “mematangkan” mereka maka semakin siaplah bangsa ini menjadi bangsa yang maju.
Kembali lagi, sekarang alhamdulillah sudah satu bulan mengajar. Dan tentu saja. Gaji pun segera cair.
Gaji pertama ini saya berikan kepada Ibu. Karena Ibu sudah berkali-kali mengeluhkan masalah ekonomi. Hingga menjadi tukang urut, jualan wadai, jualan puding, dll hanya untuk menutupi ekonomi keluarga yang sepertinya kurang untuk memenuhi kebutuhan.
Tidak banyak memang. Namun ini lah persembahan dari anakmu. Semoga ku bisa memberikan lagi yang selanjutnya. Lebih banyak lagi. Insya Allah.
2 comments
:D (y)
ReplyDeletesubhanallah..
ReplyDeleteTerimakasih dah dibaca. semoga bermanfaat :)