#34 Seperti Padi

Seperti padi. Semakin berisi maka padi itu akan semakin merunduk. Mungkin banyak sekali yang dapat kita ambil dari kalimat diat...


padi
Seperti padi. Semakin berisi maka padi itu akan semakin merunduk.

Mungkin banyak sekali yang dapat kita ambil dari kalimat diatas. Tentu saja karena Allah sudah memberikan alam ini tidak begitu saja. Namun Allah juga memberikan perumpamaan-perumpamaan yang ada di hikmah dibaliknya. Dan salah satunya adalah ini.

Aku memahami sampai sekarang kalmat di atas adalah berhubungan dengan ilmu. Manusia yang semakin berilmu, semakin berisi. Selain memiliki ilmu yang banyak ilmu itu lah yang juga membuat dirinya tidak congkak. Artinya dia bersikap wara, rendah hati dan tidak sombong.

Sering aku melihat orang-orang yang sombong ketika dia mengetahui sesuatu. Entah kesombongan itu terkias langsung dari nada bicaranya dan mimik wajahnya. Ataupun secara halus.

Aku pernah membaca bahwa sejatinya ilmu itu bukan untuk dikumpulkan. Namun diamalkan. Sia-sia kata ustadz yg pernah ku dengar. Orang yang setiap hari datang ke pengajian. Mengkaji ilmu. Membaca buku. Dan lain sebagainya. Namun dia tidak mengamalkannya.

Aku juga pernah membaca bahwa semakin banyak orang yang memiliki ilmu seyogyanya dia semakin  takut kepada TuhanNya. Kenapa? Karena sejatinya ilmu itu adalah sebuah anugrah. Bukan cinta saja yang anugrah.

Allah pun tidak main-main dalam menciptakan langit dan bumi dan segala isinya. Dalam Al-Qur’an setiap ada kalimat penciptaan langit dan bumi Allah juga membarenginya dengan menyisipkan salah satu sifat Allah yaitu yang Maha Mengetahui Segala Sesuatu.

Apabila dipikirkan, direnungkan dan dihayati dengan benar-benar. Kita akan menemukan bahwa Allah SWT menciptakan alam semesta ini dengan pengetahuan Allah SWT. Artinya penciptaan ini sifatnya profesional dan proporsional.

Profesional berarti adalah ahlinya. Dan proposional berarti berada pada tempatnya. Tidak usah jauh-jauh untuk membuktikan bahwa Allah telah menciptakan dengan profesional dan proporsional. Lihatlah kita sendiri. Bercermin. Lihat lah wajah kita, tubuh kita, yang telah Allah ciptakan pada kita. Kenapa mata terletak di muka. Kenapa kedua lubang hidung mengarah kebawah. Kenapa ada daun telinga. Kenapa jari jempol ukurannya dan letaknya berbeda dengan jari yang lain.

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang menambah rasa keingintahuan kita dan rasa penasaran kita.

Yakinlah bahwa Allah telah menciptakan kita dengan baik. Dengan kaidah profesionalitas dan proporsional. Ini baru penciptaan manusia, belum lagi penciptaan bumi, langit pertama sampai langit ke tujuh. Kursi Allah, dan Arsy yang membuat menjadi kecil sekecil-kecilnya ukuran jika dibandingkan dengan itu. Allahuakbar.

“Allah memang sayang kepada kita. Namun Allah punya cara cerdik untuk menunjukkan rasa sayangNya kepada kita. Allah melukiskan rasa sayangNya ke dalam ciptaan-ciptaan yang telah Ia ciptakan. Agar senantiasa setiap makhluk mengenali dirinya. Dan ketika dia mengenali dirinya dia semakin cinta kepada TuhanNya”

Maka pantaskah kita berperilaku sombong?
Wassalam


You Might Also Like

0 comments

Terimakasih dah dibaca. semoga bermanfaat :)

Flickr Images