About Me
catatan kehidupan
Refresh
#56 Awas, Ada hantu!
Saturday, January 31, 2015
Dulu, Iya dulu. Masih kecil, masih penakut, takut gelap, takut petir, takut hantu, ingusan pula. Kata teman-teman dulu. “Hati-hati lo. Kalau ada paman bakso lewat. Lihat dulu kepalanya. Sekarang muncul hantu tukang bakso gak pakai kepala lo. Hiiii” Semua takut ketika mendengar cerita itu dikelas. Aku yang iseng mendengarnya pun juga bergetar merinding. “Apa iya?” Bisikku dalam hati.
“Hati-hati lo, sebab yang dijual juga aneh-aneh. Pentolnya mata, kuahnya darah, mienya dirubah jadi ulat, bihunnya dirubah jadi cacing yang dipotong kecil-kecil. Hiiii.” Kontras semua wajah yang mendengarnya pun akhirnya takut bukan kepalang. Masing-masing didalam pikiran berpikir sekaligus berjanji. Tidak akan ada lagi keluar rumah malam hari. Titik.
Begitulah, seru juga ya kalau diingat-ingat masa dulu. Padahal kalau dipikir-pikir ngapain juga hantu jualan? Apa keluarganya perlu kebutuhan finansial? Helooo. Sekarang bahan makanan pokok udah pada naik. Hantu pun akhirnya harus terpaksa berjualan membantu keluarganya. Hehe.. Bukan hanya itu saja hantu yang diceritakan. Hantu ini lah itu lah, hantu api lah, jangan-jangan ada hantu air? Hantu tanah? Hantu udara? Hem, jadi ingat salah satu kartun yang tokoh utamanya botak.
Oh iya, dulu, iya dulu. Sewaktu masih imut-imut yang suka serabi paling takut dah sama yang namanya mati lampu. Suatu hari. Pada waktu malam hari tiba-tiba listrik pun mati. Tiba-tiba terdengar suara teriakan “MAMA….!!” Hihi
Sejak cerita yang dikumdangkan oleh teman yang tadi. Akhirnya perasaan was-was pun muncul. Setiap jalan ke warung selalu celingak-celinguk. Ke dapur celingak-celinguk. Ke Wc lebih celingak-celinguk lagi. Kesimpulannya hidup jadi gak tenang!
Tapi. Setelah beberapa hari, bulan, dan tahun terlewati. Entah pemahaman itu datang dari mana. Entah lupa atau bagaimana. Tiba-tiba saja berpikir bahwa untuk apa takut dengan hal begituan? Apa untungnya? Lagian itu Cuma cerita? Bukan fakta?
Lagian hantu juga sekarang di mainin. Suster ngesotlah, suster keramas lah, suster minta sumbangan lah. Aneh! Gak rasional! Horornya hilang gak lucu lagi. Porno iya!
Akhirnya mulai memberanikan diri kembali keluar malam. Pergi ke mushalla tercinta. Namun tetap. Rasa takut masih ada. Buktinya? Setelah shalat maghrib pulang kerumah dengan lari secepat kilat. Al hasil masuk kerumah ngos-ngosan seperti dikejar hantu.
Begitu seterusnya hingga berada dalam keadaan dimana harus memberanikan diri. Waktu itu aku melihat adikku masih kecil minta ditemani ke kamar kecil, ke warung malam-malam. Masa diminta seperti itu kakaknya sendiri takut? Akhirnya sejak saat itulah perasaan takut itu mulai hilang terbiasa. Kini, percuma biar dikisahkan hantu macam-macam. Gak bakalan berani untuk takut lagi. Sudah cukup dengan kehantuan itu.
Kawan, terkadang yang kita takutkan itu hanyalah hal sepele. Dan belum nyata hadirnya, belum nyata kedatangannya. Kita sibuk menyibukkan dengan hal tersebut sehingga yang kita lakukan adalah lari dari hal itu. Untuk kali ini saja. Katakanlah dengan tegas bahwa. Sudah cukup. Aku akan berani. Dan apapun hasilnya. Itulah yang terbaik dari Allah.
Untuk kali ini saja. Katakanlah dengan tegas bahwa. Sudah cukup. Aku akan berani. Dan apapun hasilnya. Itulah yang terbaik dari Allah. Karena Allah tahu yang mana yang terbaik untukmu.
*H-9 seminar proposal
0 comments
Terimakasih dah dibaca. semoga bermanfaat :)